Total Pageviews

Monday, 12 November 2012

Para Ilmuan Dunia Dapat Hidayah Masuk Islam


Spoilerfor Dr. Fidelma Masuk Islam Setelah Melakukan Penelitian Urat Saraf







Darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali seseorang melakukan sujud dalam shalat.
Keterbatasan otak manusia tidak mampu menyelami semua rahasiaTuhan. Seperti yang dirasakan oleh Dr. Fidelma, seorang doktor di Amerika yang beragama Kristen.
Kesadaran itulah yang pada akhirnya menjadi hidayah bagi doktor ahli neurologi ini sewaktu melakukan kajian terhadap saraf di otak manusia.
Alkisah, ketika melakukan penelitian itu ia menemukan, beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.
Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba mengkaji lebih serius.
Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia. Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dalam shalat. Subhanallah.... Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.
Setelah penelitian mengejutkan tersebut, dr. Fidelma mencari tahu tentang Islam melalui buku-buku Islam dan diskusi dengan rekan-rekan muslimnya.
Setelah mempelajari dan mendiskusikannya, ia malah merasa bahwa ajaran Islam sangat logis. Hatinya begitu tenang ketika mengkaji dan menyelami agama samawi ini.
“Tuhan, apa arti semua ini? Mungkinkan semua ini hidayah dari-Mu?” bisikan hatinya saat itu.
Tanpa ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi, akhirnya ia memutuskan untuk masuk Islam.
Begitulah keagungan Allah SWT, yang menjalankan semuanya sesuai fitrahnya. Semua yang dialaminya telah dikaitkan oleh Allah SWT dengan agama yang indah ini.

http://cinta-syamsudin.blogspot.com/...suk-islam.html

Spoilerfor Tejasen Masuk Islam Setelah Melakukan Penelitian Dermatologi




”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa: 56)
Bagi sebagian besar umat Islam, ayat di atas terdengar seperti ayat-ayat serupa dalam Alquran, yang menjelaskan pedihnya siksa neraka bagi orang-orang tidak beriman.
Namun tak demikian bagi Tagatat Tejasen, ilmuwan Thailand dibidang anatomi. Baginya, ayat itu sebuah keajaiban.
Konferensi Kedokteran Saudi ke-6 di Jeddah, diikuti Tejasen pada Maret 1981, awal kisah pertemuannya dengan keajaiban tersebut.
Dalam konferensi selama lima hari itu, sejumlah ilmuan Muslim menyajikan Tejasen beberapa ayat Alquran, berhubungan dengan anatomi.
Tejasen beragama Buddha, kemudian mengatakan agamanya juga memiliki bukti-bukti serupa, secara akurat menjelaskan tahap-tahap perkembangan embrio.
Para ilmuan Muslim yang tertarik mempelajarinya, meminta profesor asal Thailand ini menunjukkan ayat-ayat tersebut.
Setahun kemudian, Mei 1982, Tejasen menghadiri konferensi kedokteran yang sama di Dammam, Arab Saudi.
Saat ditanya tentang ayat-ayat anatomi yang dijanjikannya, Tejasen justru meminta maaf dan mengatakan, ia telah menyampaikan pernyataan tersebut sebelum mempelajarinya. Ia memeriksa kitabnya, dan memastikan tak ada referensi yang dapat dijadikan bahan penelitian.
Dia kemudian menerima saran para ilmuan Muslim, membaca makalah penelitian karya Keith Moore, profesor bidang anatomi asal Kanada. Makalah itu berbicara kecocokan antara embriologi modern dengan apa disebutkan dalam Alquran.
Tejasen tercengang membacanya. Sebagai ilmuwan anatomi, ia menguasai dermatologi (ilmu tentang kulit).

Dalam tinjauan anatomi, lapisan kulit manusia terdiri tiga lapisan global, yakni Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan yang terakhirlah, Sub Cutis, terdapat ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf.
Penemuan modern dibidang anatomi menunjukkan, luka bakar terlalu dalam akan mematikan syaraf-syaraf mengatur sensasi. Saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang menembus Sub Cutis), seseorang tidak akan merasakan nyeri.
Disebabkan tak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent pengatur sensasi, yang rusak luka bakar.
Makalah ini tidak saja menunjukkan keberhasilan teknologi kedokteran dan perkembangan ilmu anatomi, namun juga membuktikan kebenaran Alquran.
Ayat 56 surah An-Nisa’ mengatakan, Allah akan memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka, dan mengganti kulit mereka dengan kulit yang baru setiap kali kulit itu hangus terbakar, agar mereka merasakan pedihnya azab Allah.
Jantung Tejasen berdebar. “Bagaimana mungkin Alquran, diturunkan 14 abad lalu mengetahui fakta kedokteran ini?”
Sebelum berhasil mengatasi keterkejutannya, Tejasen disajikan pertanyaan para ilmuan Muslim mendampinginya, “Mungkinkah ayat Alquran ini bersumber dari manusia?”
Ketua Jurusan Anatomi Universitas Chiang Mai Thailand sontak menjawab, “Tidak, kitab itu tidak mungkin berasal dari manusia. Ia kemudian termangu dan melanjutkan responsnya, “Lalu dari mana kiranya Muhammad menerimanya?”
Mereka memberitahu Tejasen, Tuhan itu adalah Allah, yang membuat Tejasen semakin ingin tahu. “Lalu, siapakah Allah itu?” tanyanya.
Dari para ilmuan Muslim tersebut, Tejasen mendapatkan keterangan tentang Allah, Sang Pencipta, dari-Nya bersumber segala kebenaran dan kesempurnaan. Tejasen tak membantah semua jawaban diterimanya. Ia membenarkannya.
Profesor yang pernah Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Chiang Mai, kembali ke negaranya, tempat ia menyampaikan sejumlah kuliah pengetahuan dan penemuan barunya itu.
Informasi yang dikutip laman special.worlofislam.info menyebutkan, kuliah-kuliah profesor yang beragama Buddha tersebut, di luar dugaan, bisa mengislamkan lima mahasiswanya.
Hingga akhirnya, pada Konferensi Kedokteran Saudi ke-8 diselenggarakan di Riyadh, Tejasen kembali hadir dan mengikuti serangkaian pidato bukti-bukti Qurani berhubungan dengan ilmu medis.Dalam konferensi selama lima hari itu, Tejasen banyak mendiskusikan dalil-dalil tersebut bersama para sarjana Muslim dan non-Muslim.

Di akhir konferensi, 3 November 1983, Tejasen maju dan berdiri di podium. Di hadapan seluruh peserta konferensi, menceritakan awal ketertarikannya pada Alquran, juga kekagumannya pada makalah Keith Moore, membuatnya meyakini kebenaran Islam.
“Segala yang terekam dalam Alquran 1.400 tahun lalu pastilah kebenaran, bisa dibuktikan oleh sains.
“Nabi Muhammad SAW, yang tak bisa membaca dan menulis pastilah menerimanya sebagai cahaya diwahyukan Yang Maha Pencipta,” katanya. Tejasen pun kemudian menutup pidatonya dengan mengucap dua kalimat syahadat. **** (SB/ Rep/ John).

http://garutnews.com/?p=7866poilerfor Maurice Bucaille, masuk Islam karena jasad Fir’aun: 




Prof Dr Maurice Bucaille adalah adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Kisah di balik keputusannya masuk Islam diawali pada tahun 1975.

Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan: Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut?

Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul 'Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern', dengan judul aslinya, 'Les Momies des Pharaons et la Midecine'.

Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille seraya berkata: "Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini".

Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.

Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa as, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya terhadap Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." (QS Yunus: 92).

Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: "Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini".
http://ramadan.detik..com/read/2012/...n-riset-ilmiah


Spoilerfor Profesor Doktor & ilmuwan Chechnya Masuk Islam Setelah Baca Al-Qur'an




Ilmuwan ini awalnya Atheis, tidak bertuhan, namun seiring pengetahuannya bahwa alam semesta ini memiliki desain yang luar biasa dan tidak mungkin terjadi kebetulan.
Lalu dia percaya adanya Tuhan dan hanya 1 Tuhan, dan mulai mencari agama. Usai Baca Alkitab Kristen, banyak menemukan bukti kesalahan ilmiah, dan malah terkejut usai baca Qur'an karena Qur'an tidak ada 1 ayat pun yang bertentangan dengan bukti ilmiah dan banyak fakta yang baru ditemukan dengan peralatan terakhir, ternyata telah di tulis dalam Qur'an 1400 tahun yang lalu.
Dan ini tidak mungkin ditulis oleh orang, akhirnya dia meyakini bahwa Tuhan telah menurunkan wahyu pada Rasulallah Muhammad S.A.W.Spoilerfor Bruno Guiderdoni masuk Islam setelah melakukan penelitian sains: 





Bruno Guiderdoni adalah salah seorang intelektual Prancis Muslim yang terkenal, seorang astrofisikawan terkemuka yang masuk Islam kurang lebih lima belas tahun yang lalu. Dia belajar fisika dan astrofisika di Universitas Paris dan memperoleh gelar doktornya di sana pada 1986.
Kini (2004), dia merupakan ilmuwan yang bekerja pada Badan Antariksa Eropa yang menangani dua satelit untuk penelitian ilmiah, yaitu Herschel dan Planck, yang akan diorbitkan pada 2007, untuk mengamati fluktuasi suhu pada radiasi latar kosmologi dalam frekuensi inframerah-jauh dan gelombang submilimeter. Penelitian ilmiah Dr. Guiderdoni terfokus pada persoalan lahirnya dan evousi galaksi-galaksi.
Berikut adalah wawancara Philip Clayton dengan Bruno Guiderdoni, yang dikutip -- seizin kronik, mizan -- dari Buku Membaca Alam Membaca Ayat (mizan, 2004).
Philip Clayton: Pengaruh-pengaruh religius apa saja yang anda terima dimasa kanak-kanak, dan bagaimana akhirnya Anda memilih Islam ?
Guiderdoni: Ayah dan ibu saya beragama Kristen, tetapi saya tidak dibesarkan dalam suatu agama tertentu. Sata saya mempelajari sains, saya dapati ada sesuatu yang hilang dalam pendekatan saintifik terhadap dunia. Saat saya mencari jenis pengetahuan lainnya, saya tersadar bahwa pencarian saya adalah sebuah pencarian religius. Saya tidak tahu kondisi di Amerika, tetapi di Prancis, pendidikan modern sama sekali mengesampingkan gagasan tentang Tuhan. Konsekuensinya, anak-anak muda tidak mampu menjelaskan apa yang mereka rasakan. Setelah banyak membaca dan melakukan perjalanan, akhirnya saya tersadar bahwa pencarian saya merupakan pencarian religius. Saya sangat tertarik dengan agama-agama Timur, khususnya penekanan agama-agama itu terhadap pencarian pengetahuan. Bagi saya, menjadi penganut Buddha, Tao, atau Hindu adalah langkah yang terlalu jauh. Menjadi seorang Muslim merupakan jalan tengah antara Timur dan Barat. Islam memperkenalkan diri sebagai agama pertengahan antara agama-agama Barat -- agama Yahudi dan Kristen -- dan agama-agama Timur. Saya merasa (dengan memeluk Islam) tetap berada pada aliran yang sama, yang telah diawali oleh agama Yahudi dan Kristen, tetapi saya pun mendapatkan jalan kepada agama-agama Timur. Saya menemukan jalan saya dalam Islam, meskipun,`sebagaimana Anda tahu, Islam kini dirundung banyak masalah , terutama oleh paham fundamentalis yang menggunakan kekerasan. Tentu saja, ada juga banyak hal berharga dalam Islam dan banyak kemungkinan untuk sebuah kehidupan spiritual.
http://kristolog.blogspot.com/2009/0...an-muslim.html


Spoilerfor Prof. Alfred Kroner masuk Islam setelah meNdengar hadist Rasulullah SAW





Prof. Alfred Kroner ketika itu menghadiri seminar Geologi di Fakultas Ilmu Bumi (Geologi) di King Abdul Aziz University, Arab Saudi. Di sana beliau bertemu dengan salah seorang da’i muslim yang bernama Abd al-Majid al-Zindani. Kemudian terjadi perbincangan diantara mereka berdua ;

Abd al-Majid al-Zindani : “Tahukah anda bahwa jazirah Arab tadinya adalah padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir?”
(Padang pasir yang kita lihat sekarang ini dulunya merupakan daerah padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir, Subhanallah!)

Prof. Alfred Kroner : “Permasalahan itu telah diketahui dunia dan merupakan fakta ilmiah yang tidak mungkin diabaikan. Para ilmuwan Geologi mengetahui hal itu. Jika anda menggali tanah di jazirah Arab maka anda akan menemukan peninggalan-peninggalan yang menunjukkan kebenaran itu. Buktinya banyak sekali, salah satunya adalah peninggalan-peninggalan yang ditemukan di bawah bebatuan.”

Abd al-Majid al-Zindani : “Apakah anda mempunyai bukti bahwa jazirah Arab akan kembali menjadi padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai?”

Prof. Alfred Kroner : “Hal itu adalah suatu kebenaran yang telah kami ketahui. Kami para pakar Geologi telah mengukur dan menghitungnya. Kami dapat memperkirakan kapan itu akan terjadi, tidak lama lagi.”

Abd al-Majid al-Zindani : “Mengapa bisa demikian?”

Prof. Alfred Kroner : “Karena kami dulu telah mempelajari sejarah bumi dan kami menemukan bahwa bumi melewati beberapa fase. Di antara fase-fase tersebut ada satu periode yang dikenal dengan ‘era salju’ (snow age).”

Abd al-Majid al-Zindani “Apa yang dimaksud dengan ‘era salju’ itu?”

Prof. Alfred Kroner : “Maksudnya adalah, sebagian besar air berubah menjadi es dan berkumpul di kutub utara yang beku kemudian bergerak perlahan-lahan ke selatan. Ketika bergerak ke selatan tentu itu akan mempengaruhi cuaca pada tanah yang ada di sekitarnya. Hal ini akan membuat Semenanjung Arabia menjadi dingin karena kedekatannya dengan daerah selatan. Maka ketika itu negeri-negeri Arab menjadi negeri-negeri yang paling subur dan hijau dengan sungai-sungainya yang mengalir. Saya sudah menghubungkan antara aliran-aliran sungai dan hujan di daerah Abha dengan yang terjadi di Eropa Utara.”

Abd al-Majid al-Zindani : “Iya, kami percaya itu.”

Prof. Alfred Kroner : “Iya, sebab ini adalah fakta ilmiah yang tidak dapat dibantah.”

Abd al-Majid al-Zindani : “Coba sekarang anda dengarkan salah satu hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam berikut yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ; ‘Hari kiamat tidak akan datang sampai negeri Arab kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai.’ “
Abd al-Majid al-Zindani kemudian melanjutkan dengan mengajukan pertanyaan ; “Siapa yang memberi informasi kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam bahwa tanah Arab dulunya adalah dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai?”

Prof. Alfred Kroner berpikir, kemudian beliau menjawab : “Bisa jadi ilmuwan Roma.”

Abd al-Majid al-Zindani kemudian bertanya lagi : “Lalu siapa yang memberitahu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam bahwa tanah Arab akan kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi sungai-sungai yang mengalir?”

Prof. Alfred Kroner kembali berpikir, kemudian beliau menjawab : “Tentu dari yang mengetahui alam raya ini ; Tuhan.”

Abd al-Majid al-Zindani : “Itu pendapat anda, tulislah!”

Prof. Alfred Kroner kemudian berkata : “Fakta ilmiah yang saya temukan dalam Al-Qur’an dan al-Sunnah (Hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam) telah membuat saya kagum. Kami para ahli Geologi belum mendapatkan bukti atas kebenaran itu kecuali baru-baru ini melalui riset modern. Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tidak mendapatkan informasi itu kecuali dari Yang Mahatinggi!”

http://andimarlinasyam.wordpress.com...ogi-terkemuka/

http://islamterbuktibenar.net/?pg=custom&id=4673

Spoilerfor Kesimpulan Para Profesor Tentang Qur’an

Prof. Dr. Joe Leigh Simpson Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Prof. Molecular dan Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston, Amerika Serikat : “Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama. Kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjuk*kan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. AI-Qu…ran yang berasal dari Allah mendukung ilmu pengetahuan.

Prof. Marshall Johnson Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi, Universitas Thomas Jefferson, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat : “Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. ”

Prof. TVN Persaud Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba, Kanada : “AI-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,” dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. ”

Prof. Tejatat Tejasen Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand, Chiang Mai : “Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. ”

Prof. Alfred Kroner Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences, Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz, Jerman : “Metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. ”

Prof. Palmer Ahli Geologi ternamaAmerika Serikat : “AI-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan. ”

Prof. Shroeder Ilmuwan kelautan dari Jerman : “llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.”


Prof. Yoshihide Kozai Guru Besar Universitas Tokyo Jepang : “Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,”

No comments:

Post a Comment